Beranda » Jendela bisnis » Sepuluh Bulan Terakhir Peternak Ayam Merugi

Sepuluh Bulan Terakhir Peternak Ayam Merugi

P Iklan ini diterbitkan pada: 27 Juni 2019 , Kategori:

Sepuluh Bulan Terakhir Peternak Ayam Merugi
  • Nomor Iklan: 35549
  • Dilihat: 1133 kali

  • U Hubungi Pengiklan
  • Nama:
  • Domisili: ,
  • Lihat semua iklan dari member ini - 9191 iklan
  • Tips: Lakukan transaksi dengan cara bertemu langsung dengan penjual dan mari bersama kita bangun budaya jual-beli yang aman dan sehat
  • Ingat! Hindari membayar dimuka & hati-hati dengan iklan yang tidak realistis.

Deskripsi ] Sepuluh Bulan Terakhir Peternak Ayam Merugi

SEMARANG– Peternak di Jateng merugi dalam 10 bulan terakhir akibat harga ayam anjlok karena kelebihan stok. Untuk mengurangi stok, peternak di sejumlah daerah membagikan ayam secara cuma-cuma.

Di Magelang, harga ayam hidup di tingkat peternak berkisar antara Rp 6.000 dan Rp 8.000 per kilogram (kg), sedangkan di Solo sekitar Rp 9.000 per kg.

Keadaan demikian menyebabkan sekitar 12.000 peternak rakyat di Jateng menutup usahanya. Kerugian akibat harga ayam anjlok itu miliaran rupiah per bulan.

Parjuni, peternak asal Colomadu, Karanganyar menyebutkan rugi Rp 4.000 per ekor ayam, padahal peternak memiliki puluhan hingga ratusan ribu ekor ayam di kandang.

”Saya punya 40 ribu ekor per bulan, dikalikan saja dengan Rp 4.000, jadi rugi Rp 160 juta per bulan. Itu terjadi sejak 10 bulan lalu,” ungkap dia.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan produksi day old chick (DOC) atau anak ayam per minggu yang ditentukan Kementerian Pertanian hanya 60 juta ekor.

Namun, pada periode sekarang Kementerian Pertanian menentukan angka produksi hingga 68 juta ekor anak ayam per minggu.

Pasokan ayam pun berlebih, kelebihannya mencapai delapan juta ekor yang tersebar di seluruh Indonesia. Perhitungan Kementerian Pertanian dinilai meleset.

”Anak ayam atau DOC yang tersebar sekarang sekitar 68 juta, sedangkan kebutuhannya 60 juta. Ada kelebihan pasokan, sedangkan permintaan sama, stagnan,” jelas dia.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng Lalu M Syafriadi mengatakan dari hasil rapat beberapa waktu lalu, di provinsi ini ada 40 juta ekor ayam siap jual.

Jumlah yang membuat pasokan berlebih itu, menurut dia, akibat ada peternak yang tidak teridentifikasi atau ilegal. Pihaknya akan menyisir perizinan para peternak.

”Di sinilah problemnya, ada terlalu banyak peternak yang tidak teridentifikasi dan tidak terdaftar, sehingga tidak dapat dikendalikan.

Kami akan membentuk tim yang akan menyisir untuk mengetahui apakah peternak berizin atau tidak, sekaligus mengawasi peredaran DOC dari para integrator,” ujar dia.

?
Perhatian! www.iklansuaramerdeka.com selaku penyedia layanan situs pasang iklan baris tidak bertanggung jawab terhadap isi iklan. Harap berhati-hati dan bijaksana dalam menanggapi iklan yang menyesatkan. Segala materi/content iklan maupun banner iklan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemasang iklan tersebut.

r Berita Terkait Sepuluh Bulan Terakhir Peternak Ayam Merugi

Penjualan Ritel Daihatsu Naik

P 1 Juli 2019 U ? ,

JAKARTA – Daihatsu mencatatkan penjualan total ritel pada bulan Mei 2019 sebanyak 17.486 unit, naik sekitar 32 persen dibandingkan dengan April lalu 13.216 unit. Marketing... Selengkapnya)

Kebangkitan Kembali Bitcoin dan Kehadiran Libra

P 1 Juli 2019 U ? ,

PEMERINTAH telah mengeluarkan peraturan resmi mengenai cryptocurrency, Februari lalu. Hal itu dianggap sebagai peluang untuk mengembangkan pasar bitcoin di Indonesia. Dalam waktu dekat, Indonesia akan... Selengkapnya)

Inflasi hingga Akhir Juni Sebesar 3,21 Persen

P 29 Juni 2019 U ? ,

JAKARTA – Bank Indonesia (BI), menyatakan laju inflasi hingga pengujung Juni 2019 berada di kisaran 0,45% secara bulanan atau 3,21% secara tahunan. Laju inflasi tersebut,... Selengkapnya)

RUPS Smartfren Setujui Laporan Keuangan

P 29 Juni 2019 U ? ,

JAKARTA – Para pemegang saham menyetujui hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Smartfren Telecom Tbk dan mengesahkan laporan direksi perseroan mengenai jalannya usaha... Selengkapnya)

Ekspor Produk Pertanian ke Jepang Naik 24,58%

P 26 Juni 2019 U ? ,

JAKARTA – Nilai ekspor produk pertanian Indonesia ke Jepang periode 2014-2018 meningkat signifikan, yakni 24,27%-24,58%. Adapun total barang yang dikirim sebanyak 744,3 ribu ton atau... Selengkapnya)